Palestina mengecam rencana Israel membangun jalan yang akan memotong wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pembangunan itu dinilai akan melenyapkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sebuah pernyataan pada Senin kemarin.

Menurut Palestina, jalan yang hendak dibangun Israel akan mengisolasi kota-kota Palestina di sekitar Yerusalem. Sebab, di sisi lain Israel juga sedang memajukan proyek pembangunan permukiman di wilayah.

Palestina menyerukan komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB dan Uni Eropa, segera mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan pelanggaran Israel terhadap wilayah Palestina. Organisasi pemantau anti-permukiman Israel, Peace Now, juga mengecam rencana Israel membangun jalan di Tepi Barat.

Senin lalu, Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengesahkan jalan tersebut yang dia sebut sebagai jalan kedaulatan israel. Jalan tersebut memungkinkan Israel untuk terus meluncurkan proyek pembangunan di daerah kontroversial antara Yerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menghidupkan kembali rencana pembangunan 3.500 rumah di Maale Adumim di Tepi Barat. Proyek permukiman di daerah itu ditunda pada 2012 karena adanya keberatan serta kritik dari dunia internasional, termasuk Amerika Serikat. (Kiblat/Adin)

%d blogger menyukai ini: