Pakistan melarang berbagai perayaan Hari Valentine dan pemberitaan media seputar perayaan itu untuk tahun kedua berturut-turut, setelah pengadilan menyatakan Hari Valentine tidak Islami.

Badan Pengatur Media Elektronik Pakistan mengeluarkan peringatan sejak Rabu (07/02/2018) yang lalu melarang stasiun televisi dan radio untuk menyiarkan perayaan tersebut.

Pelarangan ini diterapkan setelah Pengadilan Tinggi Islamabad tahun lalu, menyusul petisi dari seorang warga negara yang mengatakan hari libur 14 Februari adalah budaya impor dari Barat dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Selain itu, petisi yang dikeluarkan juga mengatakan bahwa Hari Valentine menyebarkan amoralitas, ketelanjangan dan ketidaksenonohan.

Presiden Pakistan Mamnoon Hussian mengatakan dalam kasus tersebut bahwa Hari Valentine tidak ada kaitannya dengan budaya muslim dan hal itu harus dihindari. Beberapa partai, termasuk Jamiat Ulama-e-Islam, beberapa tahun terakhir melakukan pawai untuk memprotes hari libur itu.

(arrahmah.com)