Otoritas Palestina menggelar rapat rutin kabinet di Desa Fasayel yang terletak di utara Lembah Yordan. Lokasi itu sengaja dipilih untuk menegaskan kepada Israel bahwa Lembah Yordan, termasuk Laut Mati utara, merupakan bagian tak terpisahkan dari geografis Palestina.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan pertemuan di Fasayel tidak bertujuan mengutuk rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencaplok Lembah Yordan dan Laut Mati utara. Menurutnya, pembicaraan mengenai aneksasi kedua wilayah itu tak berlaku dan tak sah.

Shtayyeh menyatakan bahwa Palestina ada di lembah yordan sebelum pemukim Israel, dan permukiman di sini adalah ilegal. Bicara tentang pencaplokan Lembah Yordan batal demi hukum dan dikutuk semua pihak.

Dia menegaskan akan memburu Israel di pengadilan internasional karena telah mengeksploitasi tanah Palestina di Lembah Yordan.

Pekan lalu, Netanyahu mengutarakan niatnya untuk mencaplok Lembah Yordan dan Laut Mati Utara. Dia mengatakan akan merealisasikan hal itu bila partainya, Likud Party, memenangkan pemilu Israel pada Selasa kemarin. (Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: