Anggota Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO pada pertemuan di Ramalah, Tepi Barat, Senin (15/01/2018) yang lalu membuat rekonsiliasi untuk memutuskan tindakan atas pengakuan Amerika Serikat  yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hasilnya adalah keputusan penundaan pengakuan Israel sebagai negara dan menghentikan kerja sama keamanan sampai Israel melakukan pengakuan balik terhadap negara Palestina.

Dalam deklarasi tersebut, Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina mengatakan rakyat Palestina seharusnya tidak lagi terikat oleh kesepakatan Oslo yang berisi pengakuan atas dua otoritas negara yaitu Palestina dan Israel. Sebab, Israel sudah mengakhiri perjanjian Oslo setelah klaim yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Yerusalem.

Dewan mengatakan kesepakatan apapun akan ditolak sampai Amerika Serikat mengubah pendiriannya terhadap status Yerusalem dan permukiman Yahudi Israel. Dewan menyerukan proses perdamaian berdasarkan Prakarsa Perdamaian Arab, yang menjanjikan normalisasi hubungan dengan Israel, dengan imbalan penarikan kembali perbatasan  tahun 1967.

(islampos.com)