Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina Saeb Erekat, menyatakan bahwa mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan sebuah negara Palestina merdeka adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian.

Adapun menurut Saeb, mendirikan Negara Palestina yang dimaksud adalah berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Saeb Erekat mengadakan pertemuan terpisah dengan mantan Perdana Menteri Belgia Elio Di Rupo dan Utusan Perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov, seperti dilansir dari kantor berita Palestina WAFA.

Erekat menekankan bahwa keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, hanya akan memperluas lingkaran kekacauan dan pertumpahan darah; tidak hanya antara Israel dan Palestina, tapi juga di seluruh kawasan Timur Tengah.

(panjimas.com)