Tazkiyatun Nafs – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pada kesempatan kali ini kita akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai “Orang yang bertakwa tidak akan pernah merasa miskin”.

Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

Artinya, “Barangsiapa yang memperbanyak beristighfar, maka Alloh pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan, serta Alloh akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka”. (HR. Ahmad)

Alloh ‘Azza wa Jalla telah mengabarkan bahwa kebaikan itu akan menghapus kejelekan, istighfar adalah sebab datangnya rezeki dan berbagai kenikmatan, sedangkan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan. Kita dapat menyaksikan hal tersebut dalam kandungan ayat-ayat berikut.

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman,

Artinya, “Alif laam roo, inilah suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi Alloh Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Alloh. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu, sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (QS. Hud : 1-3)

Di dalam ayat yang lain Alloh Ta’alaa berfirman,

Artinya, “Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai”. (QS. Nuh : 10-12)

Alloh Ta’alaa juga berfirman dalam ayat yang lain,

Artinya, “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu, agama Islam, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar, rezeki yang banyak. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya, Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat”. (QS. Al-Jin : 16-17)

Dalil Al-Qur’an yang mengatakan bahwa perbuatan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan, Alloh Ta’alaa berfirman,

Artinya, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al-A’rof : 96)

Di dalam firman Alloh ‘Azza wa Jalla lainnya mengenai perbuatan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan,

Artinya, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Alloh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri”. (QS. An-Nisa : 79)

Dan di dalam FirmanNya yang lain,

Artinya, “Kemudian Kami siksa mereka dengan menimpakan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon kepada Alloh dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Alloh dengan tunduk merendahkan diri, ketika datang siksaan dari Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS. Al-An’am : 42-43)

Alloh ‘Azza wa Jalla telah mengabarkan dalam kitabnya bahwa Dia akan menguji hamba-Nya dengan kebaikan atau dengan kejelekan. Kebaikan yang dimaksud adalah nikmat dan kejelekan adalah musibah. Ujian ini dimaksudkan agar hamba tersebut teruji sebagai hamba yang bersabar dan bersyukur. Dalam hadits shahih, Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Alloh tidaklah menetapkan bagi seorang Mukmin suatu ketentuan melainkan itu baik baginya. Hal ini tidaklah mungkin kita jumpai kecuali pada seorang Mukmin. Jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa suatu bahaya, ia bersabar, maka itu pun baik baginya”. (HR. Muslim)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya, terlebih kita bisa terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Semoga Alloh ‘Azza wa Jalla selalu membimbing kita di jalanNya. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: