Penasehat keamanan Myanmar Aung San Suu Kyi, mengklaim bahwa misi PBB untuk menyelidiki dugaan penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap warga Muslim Rohingya hanya akan memperburuk situasi di negara bagian Rakhine.

Hal tersebut sebagaimana dinyatakan Penasehat Keamanan Nasional Thaung Tun saat berbicara dengan pejabat dan diplomat PBB, termasuk Duta Besar Amerika Serikat untuk Myanmar, Scot Marciel di kota Yangoon.

Pada bulan Mei 2017 silam, pemerintah Myanmar menolak mengeluarkan visa bagi tiga orang utusan PBB untuk menyelidiki adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak militer.

Uni Eropa mengusulkan penyelidikan setelah Komisi Tinggi untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa operasi militer di bagian utara negara bagian Rakhine -di mana kebanyakan orang berada Rohingya- telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

(Eramuslim.com)

%d blogger menyukai ini: