Muslimah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pada pembahasan sebelumnya kita telah mengetahui beberapa adab Muslimah dengan Orang Tua, dan pada kesempatan ini kita akan melanjutkan beberapa adab lainnya yang penting untuk diketahui, di antaranya : 

Adab yang ketiga yaitu wajib berbuat baik kepada kedua orang tua meskipun keduanya musyrik.

Seorang muslimah diwajibkan berbuat baik kepada orang tuanya meskipun keduanya musyrik atau kafir. Seorang muslimah tidak boleh mencaci-maki, menghardik dan mencela kepada orang tua, baik orang tua kandung maupun orang tua dari suami/mertua. Akan tetapi ucapkanlah kepada orang tuaperkataan  lembut dan santun.

Dari Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata: “Ibuku datang kepadaku dan dia masih musyrik di zaman Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam. Aku bertanya kepada Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam dan berkata; “Wahai Rosululloh, sesungguhnya ibuku datang kepadaku menginginkan kebaikan dariku. Apakah aku boleh berbuat baik kepadanya?’ Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Ya, berbuat baiklah kepada ibumu’.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Kemudian Alloh Azza wa Jalla menurunkan ayat,

Artinya, “Alloh tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : 8)

Adab yang keempat adalah jika kedua orang tua atau salah satu dari keduanya memerintahkan kepada kemaksiatan, maka janganlah menaatinya, namun pergauilah mereka dengan baik.

Alloh Ta’alaa berfirman,

Artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”. (QS. Luqman : 15)

Dari Sa’d bin Malik, ia berkata, “Aku termasuk orang yang berbuat baik kepada ibuku. Setelah aku masuk Islam, ia berkata, “Wahai Sa’ad, apa yang kulihat darimu ini? Kamu harus meninggalkan agamamu ini atau aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati dan kamu dicela karenaku. Kamu akan dikatakan, “Wahai orang yang membunuh ibunya?” Aku berkata, “Wahai ibu, jangan engkau lakukan. Aku tidak akan meninggalkan agamaku untuk sesuatu apapun. Dia yakni ibu sa’ad melakukannya sehari semalam dan penderitaannya semakin parah. Ketika melihatnya demikian aku berkata, “Wahai ibuku perlu engkau ketahui, demi Alloh! Andai engkau memiliki seratus nyawa dan dia keluar satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agamaku karena alasan apapun. Jika engkau mau, maka silahkan makan dan jika tidak mau, silahkan tinggalkan. Ketika melihat hal itu, kemudian ia makan. (HR. Ath-Thobroni)

Karenanya, tidak ada ketaatan kepada kedua orang tua dan selainnya dalam melakukan kesyirikan, kemungkaran, bid’ah, kesesatan dan maksiat.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Tidak ada kewajiban taat dalam rangka bermaksiat kepada Alloh. Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf”. (HR. Al-Bukhori)

Adab yang kelima adalah bakti kepada ibu lebih utama daripada bapak

Seorang laki-laki mendatangi Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam, lalu bertanya, ‘Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Beliau mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau mengatakan, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau mengatakan, Ayahmu”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Imam Nawawi mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dorongan untuk berbuat baik kepada kerabat, dan ibu lebih utama dalam hal ini, kemudian setelah itu adalah ayah, kemudian setelah itu adalah anggota kerabat yang lainnya.

Para ulama mengatakan bahwa ibu lebih diutamakan karena keletihan yang dia alami, curahan perhatiannya pada anak-anaknya, dan pengabdiannya. Terutama lagi ketika dia hamil, melahirkan, ketika menyusui dan juga tatkala mendidik anak-anaknya sampai dewasa”.

Adab yang keenam adalah bersyukur kepada kedua orang tua.

Jika Anda telah mengetahui bagaimana orang tua telah mengasuh dan bagaimana susahnya mereka di waktu siang dan malam, maka hendaklah Anda sebagai seorang anak untuk berbuat baik dan membalas kebaikan yang mereka berikan. Sebagaimana Alloh berfirman,

Artinya, “Wahai Robbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isro : 24)

Oleh karenanya Alloh Ta’alaa mengisahkan nasihat Luqman dalam firman-Nya,

“Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman : 14)

Adab yang ketujuh adalah silaturahmi dengan kerabat dan sahabat orang tua.

Dari Abu said Malik bin Robi’ah as-Sa’di, ia berkata: “Ketika kami duduk bersama Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam, tiba-tiba seorang dari Bani Salamah bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah masih ada kebaikan yang bisa aku lakukan kepada orang tua setelah mereka meninggal dunia?” Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda: “Ya, berdoa dan beristighfar untuk keduanya, melaksanakan janjinya, silaturahmi kepada orang yang pernah dilakukannya dan menghormati temannya”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Adab yang kedelapan adalah berdiri untuk menyambutnya.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang paling mirip sifat dan perilakunya dengan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam melebihi Fatimah putri Rosululloh. Apabila ia masuk menemui Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam, beliau berdiri menyambutnya dan menciumnya kemudian menyuruhnya duduk di tempat duduk beliau. Begitu juga bila Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam masuk menemuinya, Fatimah berdiri dari tempat duduknya, kemudian menciumnya dan menyuruhnya duduk di tempat duduknya”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, semoga nasihat yang mulia ini berguna dan bermanfat bagi kaum Muslimah terutama bagi para istri-istri di rumah untuk senatiasa memuliakan orang tuanya dan juga  memuliakan  orangtua dari  suaminya atau mertuanya. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: