Muslimah Nigeria melawan segala bentuk diskriminasi terhadap hijab penutup aurat. Upaya itu diwakili oleh sebuah organisasi muslimah bernama al-mu’minat di negara itu.

Ketua Al-Mu’minaat, Nimatullah Abdul Quadri menyatakan bahwa organisasinya sedang mengusulkan undang-undang khusus yang mengkriminalisasi diskriminasi, pelecehan, penganiayaan dan penganiayaan terhadap gadis dan wanita Muslim yang mengenakan pakaian keagamaan. Hal itu sebagaimana diungkapkan Nimatullah Abdul Quadri pada Kamis (31/01/2018) lalu.

Nimatullah juga menyatakan bahwa organisasi al-Mu’minat memiliki slogan Hijabku, Hakku’. Slogan ini bertujuan untuk mengingatkan pemerintah Nigeria dan sesama warga negara tentang hak-hak agama.  terutama ketika jilbab sedang diserang dan kerendahan hati ditutupi atau diejek dengan penindasan dan keterbelakangan.

Abdul Quadri mengatakan bahwa tahun lalu meningkat diskriminasi terhadap Muslimah Nigeria dan anak perempuan yang mengenakan jilbab, dengan dalih menimbulkan kontroversi.

Pada tahun 2016, Pengadilan Banding menyatakan bahwa mengenakan jilbab adalah hak konstitusional muslimah. Pengadilan melarang sebuah surat edaran pemerintah yang membatasi penggunaan jilbab di sekolah umum di seluruh negara bagian Lagos. Pemerintah telah mengajukan banding atas putusan tersebut di Mahkamah Agung.

(kiblat.net)