Muslimah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan “Muslimah dengan Laki-laki Bukan Mahrom”. Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan empat adab, kali ini kita akan melanjutkan adab berikutnya, yaitu :

Adab yang kelima, Wanita dilarang berduaan dengan lelaki lain yang bukan suaminya dan bukan mahromnya, hal itu untuk memelihara dirinya.

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتَتَبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ اِرْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

Artinya, “Janganlah seorang laki-laki berkholwat dengan seorang wanita kecuali jika bersama dengan mahrom seorang wanita tersebut”. Lalu berdirilah seseorang dan berkata, “Wahai Rosululloh, istri ku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diri ku untuk berjihad pada perang ini dan itu”, maka Rosululloh berkata, “Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Al-Munawi Rohimahulloh berkata, “Syaitan menjadi penengah atau orang ketiga di antara keduanya dengan membisikan mereka untuk melakukan kemaksiatan dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya serta menghiasi kemaksiatan hingga nampak indah di hadapan mereka berdua, sampai akhirnya setan pun menyatukan mereka berdua dalam kenistaanya itu berzina atau minimalnya menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih ringan dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinaan.”

As-Syaukani Rohimahulloh berkata, “Sebabnya adalah lelaki senang kepada wanita karena demikanlah ia telah diciptakan memiliki kecondongan kepada wanita, demikian juga karena sifat yang telah dimilikinya berupa syahwat untuk menikah. Demikian juga wanita senang kepada lelaki karena sifat-sifat alami dan naluri yang telah tertancap dalam dirinya. Oleh karena itu, setan menemukan sarana untuk mengobarkan syahwat yang satu kepada yang lainnya maka terjadilah kemaksiatan”.

Adab yang keenam, didampingi mahromnya ketika safar atau berpergian.

Didampingi mahrom merupakan hal yang sangat penting bagi wanita dalam bepergiannya. Agar ia terjaga dari gangguan dan keisengan orang-orang ‘Jahil’. Anda jangan menyepelekkan mahrom dalam perjalanan. Hidup Anda tidaklah rusak, kecuali jika Anda menyepelekan rambu-rambu Islam. Semua orang mengetahui apa yang terjadi setiap hari?, kepada gasdis-gadis, wanita-wanita dewasa, berupa ejekan, gangguan, dan pelecehan.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا

Artinya, “Janganlah wanita safar kecuali bersama dengan mahromnya, dan janganlah seorang laki-laki menemuinya, melainkan wanita itu disertai mahromnya. Maka seseorang berkata: “Wahai Rosululloh, sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang ini dan itu, sedangkan istriku ingin menunaikani badah haji.” Beliau bersabda: “pergilah berhaji bersama istrimu”. (HR. Bukhori, Muslim dan Ahmad)

Adab yang ketujuh, Memilih teman yang baik.

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun, tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang sholih.

Sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Artinya, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan member mu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalau pun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaian mu, dan kalau pun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Memilih teman yang jelek akan menyebakan rusak agama kita. Jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti, karena pengaruh teman yang jelek sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan.

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman,

Artinya, “Kecelakaan besarlah bagiku!, kiranya aku dulu tidak menjadikan sifulan itu teman akrab ku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Quran ketika al-Quran itu telah dating kepada ku. Dan syaitan tidak mau menolong aku!”. (QS. Al-Furqan : 28-29)

Adab kedelapan, Menjauhi ikhtilath.

Ikhtilat adalah campur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu Anda sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan objek pandangan oleh banyak laki-laki bukan?

Oleh karena itu, Anda harus menundukkan pandangan, demikian pun yang laki-laki mempunyai kewajiban yang sama untuk menundukkan pandangannya terhadap wanita yang bukan mahromnya, karena ini adalah perintah Alloh dalam al-Qur’an dan akan menjadi berdosa bila Anda tidak mentaatinya.

Diriwayatkan bahwa Hamzah bin Abi ‘Usaid Al-Anshari berkata, “Bahwa aku mendengar Nabi Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda, di saat beliau keluar dari masjid, sedangkan orang-orang laki-laki melakukan ikhthilath atau bercampur-baur dengan para wanita di jalan, maka Nabi Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda kepada para wanita: “Minggirlah kalian, karena sesungguhnya kalian tidak berhak berjalan di tengah jalan, kalian wajib berjalan di pinggir jalan.” Maka para wanita merapat di tembok sampai bajunya terkait di tembok karena rapatnya”. (HR. Abu Dawud)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga nasihat yang mulia ini membawa hidayah kepada kita semua, terkhusus kepada wanita mukminah untuk senantiasa menjaga muru’ah (Kesucian diri) dan pandangannya. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: