Muslimah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, kita akan lanjutkan pembahasan “Muslimah dengan Kendaraaan Umum”, poin selanjutnya adalah…

Adab yang keenam yaitu mahrom laki-laki masuk kendaraan terlebih dahulu.

Agama Islam sangat menjaga kehormatan dan kesucian diri wanita dalam segala kondisi dan keadaan. Demikian pula halnya ketika akan masuk kendaraan umum. Seorang muslimah ketika hendak naik bus atau kereta api maka mahromnya terlebih dahulu masuk kendaraan di depannya agar terhindar dari menyentuh laki-laki. Ingatlah! Persentuhan antara lelaki dan perempuan bukan mahromnya termasuk perbuatan dosa.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya dari pada menyentuh wanita yang bukan mahromnya”. (HR. Ath-Thobroni)

Dan seyogyanya mahrom laki-laki turun terlebih dahulu untuk membukakan jalan sehingga anda tidak berdesak-desakan dengan pria dan tidak menyentuh mereka dan agar bisa bertakwa kepada  Alloh Ta’alaa.

Adab yang ketujuh yaitu jangan duduk di samping pria.

Hindarilah duduk di samping pria, tetapi duduklah di kursi yang di samping ada gadis atau ibu. Jika tempat-tempat duduk di samping anda kosong maka ajaklah wanita lain untuk duduk di samping anda. Atau ajak mereka agar mau duduk di satu baris. Jika hal itu tidak memungkinkan dan di samping anda duduk seorang pria, maka biarkan ada tempat kosong sebagai pembatas, atau tarulah tas di samping anda. Tundukan pandangan anda dan jangan bicara.

Sebab betapa banyak perzinaan terjadi awal mulanya dari memandang. Setelah adanya pandangan kemudian dilanjutkan dengan perbincangan hangat. Setelah itu pertemuan yang intens lalu setan menggelincirkan mereka kelembah perzinahan. Ingat! memandang, berbicara, dan berduaan dengan lelaki bukan mahrom merupakan sarana perzinahan.

Adab yang kedelapan yaitu menghindari ngobrol di bus.

Hindarilah berbicara di bus karena yang demikian bisa menimbulkan fitnah. Juga agar tidak mengalihkan pandangan orang kepada anda. Jika memang diperlukan untuk mengobrol hal-hal yang bermanfaat bagi akhirat anda, maka hendaklah berbicara sesuai dengan adab bicara yang telah digariskan oleh ajaran Islam.

Kemudian Adab yang kesembilan yaitu hindarilah tertawa.

Tidaklah beretika dan tidak sopan bila tertawa disaat berada di kendaraan. Hindarilah tertawa karena ia termasuk fitnah, juga agar orang yang dalam hatinya ada penyakit.

‘Aisyah Rodhiyallohu ‘anha berkata,

Artinya, “Aku belum pernah melihat Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi)

Adab yang kesepuluh yaitu menundukkan pandangan.

Apa yang kita saksikan dari tindakan kejahatan yang menggetarkan badan dan mengerutkan kening dari berbagai kasus memuaskan nafsu birahi yang diharamkan disebabkan karena pandangan mata yang diharamkan.

Menjaga pandangan mata dari memandang hal-hal yang diharamkan oleh Alloh merupakan akhlak yang mulia, bahkan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam menjamin masuk surga bagi orang-orang yang salah satu dari sifat-sifat mereka adalah menjaga pandangan.

Dari Abu Umamah Rodhiyallohu ‘anhu berkata, saya mendengar Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian dari menyakiti orang lain, dan jagalah kemaluan kalian”. (HR. Ath-Thobroni)

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam juga berkata kepada Ali,

Artinya, “Wahai Ali, janganlah engkau mengikuti pandangan pertama yang tidak sengaja dengan pandangan berikutnya, karena bagi engkau pandangan yang pertama, dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir atau pandangan yang kedua”. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Adab yang kesebelas yaitu jangan banyak menoleh.

Jangan banyak menoleh karena itu menafikan rasa malu dan bertentangan dengan etika dan ketenangan seorang muslimah. Bahkan bisa menimbulkan fitnah bagi anda untuk melihat sesuatu yang diharamkan.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Malu itu seluruhnya kebaikan”.

Nabi Shollallohu ‘alaihi wassalam menjelaskan dalam sabdanya, “Malulah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu wahai Rosululloh”, jawab para sahabat. Nabi bersabda, “Bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Alloh dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala,menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Alloh dengan sebenar-benarnya”. (HR. At-Tirmidzi)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah beberapa adab bagi wanita muslimah ketika berada di dalam kendaraan umum. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: