Muslimah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang “Muslimah dengan Kendaraaan Umum”, lalu apa saja point penting yang harus diperhatikan oleh Kaum Muslimah?, berikut adab-adab yang harus diperhatikan di antaranya :

Adab yang pertama, Mengenakan pakaian Islami.

Seorang muslimah ketika keluar rumah wajib mengenakan pakain yang benar sesuai dengan ketentuan yang telah di sayari’atkan oleh Alloh dan RosulNya. Pakaian Islami akan menjaga kaum muslimah dari gangguan. Tidaklah muncul banyak kejahatan, kemaksiatan, hilangnya kehormatan, dan lenyapnya kesucian wanita kecuali banyaknya kaum wanita mengenakan pakaian yang mengundang syahwat laki-laki. Oleh karena itu, wajib bagi kaum muslimah menghindari pakaian yang sempit, ketat, tembus pandang, menampakkan sebagian auratnya dan mengenakan wewangian yang dapat mengundang fitnah.

Adab yang kedua, Dzikir ketika bepergian dan berkendaraan.

Wanita muslimah lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada Alloh Ta’alaa di manapun dan kapanpun berada. Lisannya jauh dari kata-kata kotor dan kasar.

Dengan dzikir yang senantiasa diucapkannya menjadi mata air ketenangan, sumber ketentraman, dan pesona kebahagiaan. Hatinya akan bersih dari noda-noda dosa. Timbangan kebaikannya akan berat di hari perhitungan.

Dzikir yang seyogyanya diucapkan adalah ketika bepergian, naik kendaraan, saat berada di kendaraan hingga tempat tujuan. Jika seorang bepergian jauh yang menempuh perjalan hingga beberapa jam, maka alangkah baiknya perbanyak mengucapkan kalimat istighfar, tahmid ketika turun, takbir ketika menanjak, tahlil dan kalimat-kalimat dzikir lain yang diajarkan dalam agama Islam.

Bahkan dzikir kepada Alloh Ta’alaa adalah perbuatan yang terbaik, paling suci di sisi Alloh, dan paling mengangkat derajat.

Adab yang ketiga, Didampingi mahrom.

Didampingi mahrom merupakan hal yang sangat penting bagi wanita yang bepergian. Hendaknya kaum muslimah jangan meremehkan dan menyepelekan masalah mahrom dalam perjalanan. Realita yang ada bahwa banyak para gadis dan wanita, yang bepergian tanpa didampingi oleh mahrom mereka memperoleh gangguan, ejekan dan pelecehan.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

لاَيَحِلُّ لامْرَأةٍ تُؤْمِنُ بالله وَاليَوْمِ الآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيْرَةَ يَوْمِ وَلَيْلَةٍ إلاَّ مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ عَلَيْهَا     

Artinya, “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir bepergian dalam jarak sehari semalam, kecuali disertai mahromnya”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan haramnya wanita bepergian tanpa mahrom dalam jarak sehari semalam. Tetapi bukan berarti wanita dibolehkan bepergian dengan tanpa mahrom jika jaraknya kurang dari sehari semalam, karena ada beberapa hadits lainnya yang menerangkan dengan jelas haramnya wanita bepergian tanpa mahrom secara mutlak yakni tidak terikat dengan jarak maupun waktu.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita, kecuali disertai dengan mahromnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian, kecuali bersama mahromnya”. Lalu seorang sahabat berkata kepada Beliau, “Wahai, Rosululloh. Sesungguhnya istriku pergi berhaji, sedangkan aku diperintah untuk turut serta dalam peperangan ini dan itu”, Rosululloh berkata, “Kembalilah dan berhajilah bersama isterimu”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Adab keempat, Jangan berdesak-desakan.

Semua orang akan mengetahui apa yang terjadi pada para wanita dan gadis akibat berdesak-desakan dan bercampur baur antar laki-laki dengan perempuan di bus atau kereta api. Apakah ada fitnah yang lebih besar dari ini? Dan apakah ada yang membangkitkan nafsu yang lebih besar dari pada ini?

Jauhilah wahai saudariku dari berdesak-desakan karena ia merupakan keburukan yang sangat fatal akibatnya.

Adab yang kelima, Tersedianya tempat duduk.

Jangan naik bus atau kereta api jika tidak ada tempat duduk yang masih kosong. Karena hal itu akan membuat anda berdesak-desakan di lorong kendaraan. Membuat anda bersentuhan dengan orang-orang yang akan naik maupun turun dari kendaraan.

‘Aisyah Rodhiyallohu ‘anha berkata, “Demi Alloh beliau sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun sebagaimana yang Alloh perintahkan. Lalu ‘Aisyah berkata, “Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam tidaklah pernah menyentuh wanita sama sekali. Beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, “Aku telah membaiat kalian”. (HR. Muslim)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan adab bagi muslimah saat berada dikendaraan umum, semoga bermanfaat. Wallohu a’lam… (red/admin)