Selasa, 01 Rabiul akhir 1437 H / 12 Januari 2016 09;45

MALANG – Muslimat dan umumnya kaum ibu didorong untuk turut menangkal wabah feminisme dan perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dengan membangun ketahanan keluarga.

Demikian rekomendasi yang dikeluarkan dalam Munas IV Muslimat Hidayatullah yang berlangsung di Pondok Pesantren Arrohmah Putri , Malang, Jawa Timur, Sabtu (09/01/2015).

Sering dengan pesatnya feminisme, hukum Islam dipandang sebagai salah satu basis yang menjadi akar pandangan diskriminatif terhadap perempuan. Dikesankan bahwa muslimah yang menjaga kesuciannya adalah wanita-wanita terbelakang. Menutup aurat dan jilbab atau mengenakan hijab (pembatas) kepada yang bukan mahramnya disiarkan sebagai tindakan jumud (kaku) dan penghambat kemajuan budaya. Oleh karena itu Peran muslimat sangat urgen dalam membangun kultur yang dimulai dari rumah sebagai inti masyarakat Islam.

Selain itu, Muslimat  juga meminta kepada pemerintah, ormas, dan tokoh agama serta masyarakat untuk mencegah pengaruh LGBT dengan segala bentuk propagandanya terutama dengan pola pendekatan simpatik agar mereka tak merasa dikucilkan.

Oleh Karenanya, Muslimat  juga akan melakukan beragam upaya penguatan program dalam rangka turut menjawab masalah-masalah tersebut diantaranya membuka layanan pengukuhan keluarga seperti konsultasi, terapi konseling, rehabilitasi dan memasukkan program pencegahan LGBT.

[Adin/Salamfm/ummu syakira/Salam Online]

%d blogger menyukai ini: