Sebuah kelompok advokasi Rohingya pada Selasa kemarin (16/05/2017) mendesak pemerintah Myanmar untuk bekerja sama dalam misi mencari fakta untuk memberikan bukti baru adanya serangan terhadap warga sipil Muslim di negara bagian Rakhine bagian barat.

Burmese Rohingya Organization UK yang berbasis di London menerbitkan  laporan baru bahwa muslim Rohingya telah ditargetkan secara terorganisir oleh pasukan negara di  bagian Rakhine Utara selama operasi militer sejak Oktober 2016 lalu.

Dalam laporannya mengungkapkan materi yang terkandung dalam laporan berupa dokumen, foto, kesaksian, dan analisis forensik.

Laporan tersebut didasarkan pada lebih dari 20 wawancara dengan pengungsi Rohingya di wilayah Cox’s Bazar di Bangladesh, yang melarikan diri dari wilayah Maungdaw tahun 2016 lalu.

Lembaga yang bersangkutan mendesak pemerintah untuk menyelidiki lebih lanjut bukti fisik pelanggaran terhadap warga sipil di wilayah tersebut.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB memutuskan pada Maret 2017 untuk mengirim sebuah misi pencarian fakta internasional ke Myanmar untuk menyelidiki kekejaman terhadap Muslim Rohingya di Rakhine namun pemerintah menolak keputusan tersebut, dengan berdalih bahwa hal terebut tidak mencerminkan situasi di lapangan.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: