Sekitar 40.000 pengungsi Suriah menderita pemadaman listrik di jam sibuk di kamp Sulaiman Shah yang terletak di kota Akcakala, provinsi Sanliurfa. Pemadaman listrik yang terjadi di tengah panas terik, memaksa sebagian besar pengungsi meninggalkan tenda mereka.

Berbicara kepada Zaman Alwasl pada hari Senin (10/07/2017) yang lalu , Haj Mahmoud, seorang penduduk kamp, menjelaskan bahwa anak-anak berkumpul di Al-Hamamat. Kawasan ini mencakup puluhan pemandian umum tempat anak-anak berenang dan mencoba melepaskan diri dari hawa panas. Dengan dimulainya bulan Juli 2017, suhu daerah tersebut telah meningkat menjadi 40 derajat celcius.

Dia menjelaskan bahwa kamp Sulaiman Shah adalah satu-satunya kamp yang administrasinya memberlakukan penjatahan listrik pada penghuninya. Ia menambahkan, warga juga menghadapi perbedaan harga pangan karena sebagian besar makanan yang masuk ke kamp tersebut sekitar 25% lebih mahal.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: