Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika atau kominfo, diminta untuk menutup semua konten yang berunsur pornografi di internet. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Buya Anwar Abbas. Menurut dia, Kominfo harus menjamin agar konten tersebut tidak bisa diakses masyarakat. Hal ini sebagaimana diungkapkan Buya Anwar Abbas dalam keterangannya kepada Republika ahad kemarin.

Buya Anwar menyatakan bahwa kemajuan yang ingin diraih bangsa Indonesia berlandasan pada nilai-nilai akhlak yang baik dan bermartabat, termasuk di dalamnya tata krama kepantasan. Dia juga mengingatkan, bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai berketuhanan dan berbudaya luhur. Kemajuan teknologi akan kehilangan makna bila nilai-nilai demikian ditinggalkan.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Buya Anwar, ke depannya MUI turut terlibat dalam memberikan literasi kepada masyarakat di daerah-daerah agar mampu menyaring segala bentuk konten negatif di dunia maya dan dapat memanfaatkannya secara produktif.

Seperti diketahui, Pemerintah menargetkan sinyal internet akan merata di seluruh Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Pada tahun tersebut, wilayah-wilayah yang termasuk dalam 3T yakni Terdepan, Terluar dan Tertinggal akan mendapatkan akses layanan internet setara dengan di Pulau Jawa. Penetrasi internet yang merata ini dinilai sangat penting untuk mengembangkan ekonomi digital yang sedang digalakkan pemerintah. (Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: