Maraknya aksi teror yang terjadi beberapa minggu terakhir membuat resah masyarakat. Terlebih, pelaku penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan seminggu lalu diduga masih berstatus mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi mengingatkan pada mahasiswa dan pelajar untuk tidak mengikuti dan mendekati paham-paham radikal kelompok teroris. Hal tersebut sebagaimana diungkapkannya pada Republika.co.id, Kamis (06/07/2017) kemarin.

Zainut Tauhid menerangkan, ajaran agama dan nilai-nilai ajaran agama yang benar adalah ajaran agama yang menebarkan kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan.

Setelah penusukan dua anggota Brimob, beberapa aksi teror muncul kembali. Di Semarang, sebuah Kantor Urusan Agama dibom oleh orang tak dikenal. Sedangkan kejadian terakhir adalah pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta.

(Republika.co.id)

%d blogger menyukai ini: