Jumat, 18 Rabiul-Akhir 1437 H / 29 Januari 2016

JAKARTA –  Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar mengaku telah keluar dari agama Islam. Menyikapi itu, Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa pengakuan tersebut mesti didalami terlebih dahulu.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustadz Zaitun Rasmin, pada Rabu 27 Januari kemarin, menduga bahwa hal tersebut hanya modus Gafatar untuk lepas dari jeratan Undang-Undang Penodaan Agama.

Sehari sebelumnya, Selasa, Zaitun mewakili MUI mengikuti rapar koordinasi (rakor) dengan Kapolri Badrodin Haiti, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim, dan sejumlah menteri lainnya.

Dalam rakor di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta itu, dihasilkan sejumlah kesepakatan. Di antaranya, MUI diharapkan dapat mengeluarkan fatwa tentang Gafatar yang rencananya akan keluar pada awal bulan Februari.

Zaitun melanjutkan bahwa hingga saat ini, perwakilan MUI di Aceh dan Kalimantan Barat telah memfatwakan kesesatan Gafatar. Dan menurutnya, organisasi itu, adalah metamorfosa dari Alqiyadah Al-Islamiyah, yang sebelumnya disebut komunitas Millah Abraham.

Penggunaan istilah Millah Abraham, jelasnya, bisa menjadi modus Gafatar untuk tidak terjerat UU Penodaan Agama.

[Adin/Salamfm/hidayatulloh]

%d blogger menyukai ini: