Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tablig, Yunahar Ilyas, memandang bahwa meski regulasi terkait pengawasan obat dan makanan sudah baik, namun menurutnya aspek pengawasan masih lemah.

Yunahar menjelaskan, Indonesia begitu luas wilayahnya dan begitu banyak produknya, sehingga masyarakat harus ikut membantu. Selain itu ia juga berharap bahwa masyarakat bisa ikut memantau dan melaporkan terkait pengawasan obat dan makanan yang dicurigai kehalalannya.

Wakil Ketua Umum MUI ini pun mengungkapkan bahwa kampus-kampus yang memiliki laboratorium, bisa secara suka rela menjadi bagian dari penelitian di kampus untuk meneliti obat dan makanan secara acak

Yunahar mengakui bahwa selama ini  lembaga pengawas obat dan makanan atau LPPOM MUI sudah memberikan sertifikasi halal ke banyak produk. Tapi LPPOM MUI tidak bisa mengawasi karena tidak ada instrumen dan sumber daya manusianya.

(islampos.com)