Jagat dunia maya tengah dihebohkan dengan fenomena crosshijaber, pria yang berpenampilan seperti wanita menggunakan hijab.

Tidak sekadar hijab, bahkan mereka juga kerap mengenakan cadar dan masuk ke dalam masjid namun di ruang khusus wanita. Tentu saja kehadiran komunitas ini menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Menanggapi fenomena tersebut, Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia atau MIUMI Kota Bekasi menyatakan pada dasarnya haram bagi seorang pria mengenakan pakaian wanita. Hal ini sebagaimana diungkapkan Wildan Hasan, Ketua MIUMI Kota Bekasi dalam rilisnya, Selasa kemarin.

Wildan mengungkapkan, crosshijaber yang disebabkan oleh penyimpangan seksual jelas keharamannya dalam syariat Islam. Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas penyimpangan seperti ini, selain juga pelakunya diberi terapi agar kembali kepada fitrahnya sebagai laki-laki.

Selain berharap ada penindakan secepatnya, perilaku tersebut menurut Wildan juga harus mendapatkan penangan yang tegas dan menyeluruh, karena diduga ada pihak yang tidak menyukai Islam dan sengaja memperburuk citra umat Islam khususnya kaum muslimah.

Wildan juga menyerukan kepada para dai, masyarakat, dan juga Pemerintah Indonesia untuk mewaspadai tren crosshijaber ini, karena menurutnya ini adalah bagian dari upaya merusak tatanan hidup masyarakat yang agamis sebagaimana fenomena homoseksualitas, LGBT, free sex dan sebagainya. (Kiblat/Adin)

%d blogger menyukai ini: