Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia atau MIUMI menolak pemisahan agama dan politik.Demikian disampaikan Sekjend MIUMI UstadzBachtiarNasir atau biasa dipanggil UBN dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa kemarin.

UBN mengatakan, Islam sebagai agama universal bagi seluruh manusia memandang politik sebagai sarana ibadah yang agung dalam rangka menata kelola kehidupan publik yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat dan bangsa.

Karenanya, menurut UBN Islam dan politik tak dapat dipisahkan bahkan menjadi satu kesatuan yang integral.Sehingga, umat Islam menolak sekularisme dan liberalisme yang hendak memisahkan Islam dengan politik kebangsaaan.

Ia menjelaskan, ada 3 kerangka dasar Islam berupa Aqidah, Syariah, dan Akhlaq telah menjadi sendi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak awal berdirinya. Bahkan, terangnya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Pancasila dan UUD 1945.

MIUMI pun menyampaikan sejumlah imbauannya kepada umat Islam sebagai pemilih terbesar yang menentukan nasib umat dan bangsa dalam Pilpres, Pileg, dan Pemilihan DPD RI pada tahun 2019 nanti.

Antara lain, seluruh umat Islam agar tidak golput. Umat pun diimbau menggunakan hak pilihnya dengan memilih calon yang berpihak pada kepentingan Islam dan umat Islam yang otomatis berpihak pada kepentingan bangsa.

(hidayatullah.com)