Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Muslim Indonesia kepada umat Islam di India. Sebelumnya Muslim Indonesia telah menyuarakan kepeduliannya terhadap nasib umat Islam di India yang sedang dizalimi dengan cara berdoa bersama, mengecam, dan berunjuk rasa.

Menurutnya, aspirasi yang disuarakan Muslim Indonesia terus dikomunikasikan pemerintah melalui jalur diplomasi. Komunikasi dengan pihak kedutaan India di Indonesia maupun dengan pemerintah di India terus dilakukan oleh pemerintah.

Menag juga meminta agar umat Islam Indonesia tidak terprovokasi melakukan tindakan anarki dalam beragam bentuknya termasuk sweeping. Menurutnya, Anarkisme bukanlah nilai-nilai Indonesia dan bukan nilai-nilai Islam.

Menag mengingatkan bahwa indonesia dikenal dunia sebagai umat yang toleran, rukun, dan cinta damai. Ia mengajak untuk mengedepankan jalur hukum dan komunikasi diplomatik agar masalah yang dihadapi umat Islam di India bisa diselesaikan dengan baik.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam tingkat pusat mendesak pemerintah India menegakkan keadilan dan mencabut undang-undang kewarganegaraan yang bersifat diskriminatif terhadap umat Islam India. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi dalam pertemuan koordinasi dengan pimpinan ormas-ormas Islam di kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis kemarin.

Selain itu, MUI dan ormas-ormas Islam juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa  mengirimkan tim pencari fakta ke India untuk melaksanakan langkah-langkah tegas sesuai hukum dan konvensi Internasional. Sedari awal MUI sudah mengutuk keras tindakan yang dilakukan ekstremis Hindu pendukung Perdana Menteri India Narendra Modi terhadap kaum Muslim India yang tidak berdosa.

MUI mengingatkan, jika pemerintah India masih melakukan tindakan kebiadaban dan terorisme terhadap Muslim India, maka umat Islam Indonesia dianjurkan memboikot produk dari India. MUI juga meminta Pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan India jika hal yang seperti itu terus berjalan. (Hidayatullah/Adin)

 

%d blogger menyukai ini: