Sebuah survei terbaru menunjukkan 64 persen warga Israel tidak ingin wilayah Tepi Barat diserahkan kepada Palestina. Jerusalem Center for Public Affairs merilis hasil survei itu dengan mengambil sampel dari 521 orang dewasa Yahudi Israel.

Survei juga menunjukkan bahwa hanya sekitar 10 persen warga Israel yang setuju atas penyerahan Masjid Al-Aqsha kepada Palestina. Sementara 83 persen menentang usulan tersebut.

17 persen dari penduduk Yahudi percaya bahwa Israel harus menyetujui pembentukan negara Palestina di seluruh Tepi Barat. Sebaliknya, 77 persen melihat seharusnya tidak demikian.

Usulan menyebutkan bahwa sebuah negara Palestina non-militer akan dibentuk di Tepi barat. Yerusalem akan dibagi sebagai ibukota kedua negara, sedangkan Masjid Al-Aqsha diserahkan ke tangan Palestina dengan kontrol Israel yang mempertahankan Tembok Barat.

Dirjen Kementerian Pariwisata di kota Jericho, Iyad Hamdan, mengatakan bahwa temuan survei menunjukkan ekstremisme masyarakat Yahudi.

Seoranga Profesor Universitas Gaza memperingatkan bahwa masyarakat Israel akan menjadi lebih radikal di masa depan dan lebih kuat mendukung sayap kanan Israel.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: