Istanbul, Turki – Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebut bahwa demonstrasi memperingati Hari Perempuan Internasional di Istanbul pada hari Jumat tidak menghormati Islam. Pasalnya, mereka meneriaki suara azan yang sedang dikumandangkan.

Ribuan wanita pendukung feminisme berkumpul di Istanbul untuk memprotes kekerasan terhadap perempuan di Turki. Para polisi berjaga-jaga untuk mengamankan demo.

Dalam sebuah siaran televisi, Erdogan menunjukkan sebuah video yang diambil selama protes. Para wanita terlihat bernyanyi-nyanyi, sementara sebuah masjid di dekatnya sedang mengumandangkan panggilan untuk shalat.

Erdogan menyebut mereka mencela Azan dengan slogan, mencemooh dan bersiul.

Namun, wanita yang ikut dalam aksi mengklaim bahwa nyanyian dan bersiul adalah bagian dari acara demo, dan tidak dimaksudkan untuk panggilan shalat.

Polisi Turki secara teratur mencegah protes di Istanbul pusat dan di tempat lain. Ankara memperketat pembatasan setelah diberlakukannya aturan darurat menyusul percobaan kudeta pada 2016. Keadaan darurat dicabut Juli lalu. (kiblat/admin)