Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Garut, Kyai Haji Sirojul Munir meminta seluruh pihak ikut berkontribusi dalam meminimalisasi perbuatan asusila yang saat ini banyak terjadi di Kabupaten Garut. Hal yang secara khusus disikapinya adalah hubungan sedarah atau incest.

Sirojul menyatakan bahwa pihaknya merasa sangat prihatin kasus ini terjadi berulang dan juga khawatir jika kasus ini kembali terjadi di kemudian hari, apakah kasus asusila atau juga incest. Oleh karena itu tentu yang harus dilakukan adalah kesadaran pengawasan dari seluruh pihak termasuk juga seluruh masyarakat harus mau mengontrol dirinya.

Ia juga meminta masyarakat harus belajar dari apa yang sudah terjadi sehingga ikut melakukan pengawasan di lingkungan sekitarnya. Terlebih pada ulama dan tokoh agama, harus ambil bagian memberikan pemahaman tentang larangan hubungan sedarah.

Ia menegaskan bahwa hubungan sedarah hukumnya haram dilakukan, apakah dalam perkawinan apalagi di luar perkawinan.

Untuk kasus hubungan sedarah yang terjadi di Kecamatan Malangbong, ia pun meminta agar bisa ditangani secara maksimal dan memberikan efek jera terhadap pelakunya.

Pada awal bulan Juli, warga Garut digegerkan kasus pencabulan ayah terhadap dua anak kandungnya. Bahkan satu anaknya sudah melahirkan. Kemudian, muncul kembali kasus seorang ayah mencabuli anak kandungnya hingga hamil. Pelaku pun telah ditangkap Satreskrim Polres Garut pada 9 Juli lalu. (Islampos/Adin)

 

%d blogger menyukai ini: