Mahkamah Mesir menjatuhi hukuman penjara antara tiga tahun dan seumur hidup kepada lebih dari 200 pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin, atas peristiwa kerusuhan pasca kudeta tahun 2013 silam.

Mereka dituduh menyebabkan kematian dua anggota polisi dalam bentrokan menentang kudeta di Lapangan Al-Nahda di Giza. Belasan orang dihukumi penjara seumur hidup, 200 lebih dipenjara selama 15 tahun dan puluhan lainnya dipenjara tiga tahun. Sementara seratus lebih lainnya dibebaskan.

Sebagaimana diketahui, setelah tentara mengambil alih kepemerintahan Mesir pada Juli 2013 lalu, masyarakat melakukan aksi demonstrasi yang diadakan di berbagai kota, terutama di ibu kota Kairo. Banyak orang diadili dengan tuduhan sepihak.

Kawasan Raba’a al-Adiwiya dan Lapangan an Nahda, Kairo, dua tempat pusat gerakan pro demokrasi Mesir dan Presiden Mohamad Mursi yang dikudeta, berkumpul selama berminggu-minggu dan melakukan aksi duduk sebagai protes aksi militer Abdul Fattah Al-Sisi dalam kudeta bulan Juli 2013.

Namun pihak militer bertindak keras terhadap para pengunjuk rasa di Al-Nahda pada bulan Agustus 2013, mengakibatkan ratusan orang tewas terbunuh.

(hidayatullah.com)