Pemerintah Iran mengumumkan terjadinya lonjakan kasus infeksi Virus Corona dari 500 kasus menjadi hampir seribu kasus hanya dalam sehari. 54 orang telah meninggal dunia, meskipun laporan lainnya menyebutkan angka sebenarnya lebih dari 200 orang.

Setidaknya tujuh pejabat tinggi Iran termasuk Wakil Menteri Kesetan Iraj Harirchi, Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar dan lima anggota parlemen dinyatakan positif terkena virus corona. Bahkan satu anggota parlemen meninggal karena terinfeksi virus corona.

Maik Rayen dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan bahwa penyakit tersebut tidak terlihat dan tidak terdeteksi ketika masuk ke Iran.  Tingginya tingkat kematian telah menimbulkan pertanyaan mengenai cara Pemerintah Iran menangani krisis.

Infeksi virus corona yang terjadi di sejumlah Kanada, Norwegia, dan Selandia Baru, juga diketahui ada yang berasal dari Iran.

Australia yang telah mengindentifikasi empat kasus dari Iran dan telah memberlakukan larangan bagi siapa saja yang datang dari Iran untuk masuk ke Australia.

Oman, Yordania, Kuwait, Irak dan Arab Saudi menangguhkan penerbangan ke Iran, sementara banyak negara tetangga menutup perbatasan mereka dengan Iran.

Pekan lalu sumber-sumber di rumah sakit di Iran melaporkan setidaknya 210 orang telah meninggal akibat virus corona.

Media setempat mengutip kepala komite kesehatan Kota Teheran, menyatakan kemungkinan antara 10 ribu hingga 15 ribu orang di Iran terinfeksi virus corona. (Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: