Jum’at, 3 Jumadil Awwal 1437 H / 12 Februari 2016

JAKARTA – Ayub selaku Humas LSM, menegaskan bahwa dalam melihat fenomena LGBT harus menggunakan sudut pandang agama, bukan kebebasan.

Masyarakat jangan hanya melihat dari sudut pandang hukum, kebebasan dan pengetahuan. Namun menurutnya juga harus memakai sudut pandang agama agar lebih jelas, sebab agama dan norma sosial masyarakat Indonesia secara umum, menyatakan bahwa LGBT itu tidak diterima.

Kemudian Ayub juga menambahkan bahwa, walaupun di luar sana mengatakan ini menurut psikolog Amerika normal, ini menurut hukum tidak ada pidananya, tapi dalam agamaIslam jelas mengatakan itu terlarang.

Sebab itu Ia juga berpesan agar para pelaku LGBT tidak dijauhi, namun harus dirangkul dan didampingi.

Mereka harus kita rangkul, kita dampingi untuk bisa berubah, mereka perlu dukungan teman-teman atau keluarga terdekat. Jadi kalau ada, mungkin keluarga atau sahabat kita jangan langsung dijauhi.”

[Adin/Salamfm/Kiblat]

 

%d blogger menyukai ini: