Sabtu, 18 Jumadil Awwal 1437 H / 27 Februari 2016

JAKARTA  – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan Surat Edaran agar lembaga penyiaran televisi tidak menampilkan karakter pria bergaya wanita atau sebaliknya. Lembaga penyiaran dan pihak-pihak terkait konten penyiaran sebaiknya penuhi imbauan KPI.

Anggota Komisi I bidang Komunikasi dan Informatika DPR, Ahmad Zainuddin, menilai surat imbauan KPI tersebut sangat baik sekali, sesuai aspirasi masyarakat dan nilai-nilai lokal Indonesia.

Zainuddin mengatakan, imbauan itu tidak hanya ditujukan kepada lembaga penyiaran televisi secara khusus, tapi secara tidak langsung juga kepada pihak-pihak yang terlibat dalam produksi konten televisi, baik production house, pengarah acara ataupun para artis.

Termasuk perusahaan yang memasang iklan. Ia berharap pihak-pihak tersebut dapat memahami imbauan KPI.

Sebab menurutnya konten hiburan di televisi saat ini sudah banyak yang melampaui batas nilai-nilai masyarakat. Dia mencontohkan, sinetron konflik rumah tangga, lawakan-lawakan mencela orang lain, ataupun panggung-panggung gelamor.

Sebelumnya, KPI mengeluarkan edaran kepada semua lembaga penyiaran tertanggal 23 Februari 2016 tentang larangan pemuatan pria dengan tampilan bergaya kewanitaan, baik secara perilaku, pakaian ataupun tutur kata. Edaran KPI tersebut menanggapi banyaknya aduan masyarakat di tengah maraknya fenomena LGBT.

{Adin/Salamfm/Hidayatulloh}

 

%d blogger menyukai ini: