Lebih dari 200 warga sipil terbunuh dalam serangan pemerintah Assad di distrik Ghouta Timur yang dikepung sejak 29 Desember 2017. Hal ini sebagaimana dilaporkan badan pertahanan sipil White Helmets.

White Helmets mengatakan bahwa serangan mortir dan roket rezim Syiah Assad di beberapa titik menyebabkan lebih dari 200 orang tewas, termasuk anak-anak dan wanita.

Dalam sebuah laporan tahunan yang baru dirilis, White Helmets melaporkan bahwa lebih dari seribu warga sipil telah terbunuh di Ghouta Timur pada tahun 2017 karena serangan yang terus berlanjut oleh pasukan pemerintah.

Ghouta Timur yang berada di pinggiran kota Damaskus tersebut dihuni 400.000 penduduk. Ghouta Timur  tetap berada di bawah pengepungan dan blokade pemerintah Assad selama lima tahun terakhir.

(jurnalislam.com)