Dewan Koordinasi Lembaga Islam di Belgia mengajukan tuntutan hukum terhadap undang-undang pelarangan produksi daging halal di wilayah Belgia. Larangan tersebut akan mulai berlaku pada 2019 di dua daerah.

Dilansir dari Arab News pada Rabu (17/01/2018) kemarin, kelompok Muslim dan Yahudi mengajukan tuntutan hukum terhadap larangan tersebut. Kedua kelompok itu menilai regulasi tersebut melanggar undang-undang Uni Eropa yang menjamin kebebasan beragama.

Dewan Koordinasi Institusi Islam di Belgia bergabung dengan Federasi Organisasi Yahudi Belgia, mengajukan tuntutan hukum. Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa telah menggambarkan pemotongan halal sebagai aspek penting dari praktik agama Islam dan Yahudi.

Sebagaimana diketahui, hewan yang dibunuh untuk konsumsi daging halal dan bersih dalam agama Islam dan Yahudi harus dilakukan dengan memotong tenggorokan hewan untuk menghabiskan darah.

(eramuslim.com)