Lembaga Kemanusiaan, Human Right Watch, mengecam pemerintah Myanmar atas penutupan beberapa madrasah yang digunakan sebagai tempat ibadah Muslim di Yangon. Human Right Watch melihat langkah tersebut sebagai masalah karena telah menekan kaum minoritas Muslim.

Sebelumnya, pemerintah Buddha Myanmar sewenang-wenang telah menutup beberapa madrasah yang juga digunakan sebagai tempat ibadah di Yangon. Akibatnya, masyarakat Muslim tidak bisa menjalankan bulan suci Ramadhan dengan leluasa karena minimnya tempat beribadah. Bahkan, mereka pun terpaksa melakukan shalat di rumah masing-masing.

Oleh sebab itu, Human Right Watch mendesak pemerintah Myanmar untuk membuka kembali madrasah-madrasah tersebut guna mengakhiri diskriminasi terhadap penganut agama Islam.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: