Berdasarkan laporan dari PBB dari data hasil perhitungan di desa-desa bagian barat provinsi Rakhine, bahwa Lebih dari 80 ribu bocah Rohingya dibawah lima tahun hidup dalam keadaan mengenaskan.

Program Pangan Dunia atau WFP menyebutkan, bocah-bocah itu mengalami kekurangan gizi akut dan membutuhkan perawatan serta perhatian khusus selama tahun depan.

WFP menemukan, sepertiga dari seluruh rumah tangga di Maungdaw mengalami kekurangan pangan parah. Bahkan, juga ada penghuni rumah yang terpaksa tidak makan seharian akibat kosongnya cadangan bahan pangan.

Frekuensi kelaparan tertinggi terjadi di rumah tangga yang hanya memiliki seorang wanita dewasa saja. Kondisi ini dialami oleh seperempat dari seluruh rumah tangga yang ada. Sedangkan para pria dewasa telah pergi akibat kampanye militer.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: