Rabu, 16 Rabiul – Akhir 1437 H / 27 Januari 2016

MADAYA – Meskipun memperbolehkan bantuan masuk ke Madaya pekan lalu, pasukan Basyar Assad dan sekutunya milisi Hizbulloh terus mengepung kota Madaya.

Menurut pejabat setempat, janji PBB dan Bulan Sabit Merah untuk mengangkut lebih dari 300 orang yang menderita karena malnutrisi ke rumah sakit khusus di ibukota tidak terpenuhi, meninggalkan ratusan pasien berjuang untuk tetap hidup, karena tidak ada indikasi evakuasi dalam waktu dekat.

Mohamed Yusef, seorang dokter di pusat medis Madaya, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa seorang pria tua berusia 50 tahun dan anak muda meninggal pada hari Rabu karena kekurangan gizi.

Yusef melanjutkan bahwa jumlah kasus warga yang membutuhkan perawatan di pusat medis hanya menurun sebesar 10 persen. Para pasien saat ini tidak terlalu membutuhkan makanan, yang mereka butuhkan adalah obat-obatan, karena tubuh mereka tidak mampu mencerna makanan.

Ia menambahkan bahwa ribuan warga sipil terkepung di Madaya sekarat dan menghadapi ancaman kematian perlahan-lahan, menambahkan bahwa pasokan bantuan yang diizinkan masuk ke Madaya hanya cukup untuk sekitar 10 sampai 15 hari. Hal ini tidak sesuai dengan pernyataan PBB yang melaporkan bahwa bantuan itu cukup untuk satu bulan.

[Adin/Salamfm/Era Muslim]

%d blogger menyukai ini: