MALAYSIA. Khodijah, seorang muslimah asal Uighur turut memberikan pidato dalam Konferensi NGO ASEAN untuk mempertahankan Al-Quds dan Masjidil Aqsho di Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku sangat terkagum dengan sosok Mantan Presiden Palestina, Yasser Arafat.

Ia lantas mempersamakan diskriminasi yang ia alami di Turkistan Timur dengan umat Islam di Palestina. Salah satunya adalah sama-sama dipersulit untuk beribadah. Selain itu, ia juga mendemonstrasikan berbagai diskriminasi yang dialami oleh muslim Uighur. Yaitu dipaksa untuk minum alkohol di bulan Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa orang Uighur dihukum karena menjadi seorang muslim.  Sementara Masjid-masjid diubah menjadi bar.

Khodijah juga mengungkapkan adanya perubahan lafal azan oleh pemerintah Cina di Uighur. Bahkan, ia mengabarkan adanya penjualan organ dalam muslim Uighur. Di Turkistan Timur pun muslimah dipaksa menikah dengan warga Cina dan dilarang melakukan pendidikan Islam, dan perayaan keislamaan. Lembaga kemanusiaan juga disebut tidak bisa masuk ke wilayah Uighur. (Kiblat/Adin)

%d blogger menyukai ini: