Hak veto atau hak pembatalan keputusan yang dimiliki lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB membuat badan dunia ini dinilai tak kredibel dan tidak demokratis. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Staf Senior Komnas HAM Mimin Dwi Hartono.

Lima negara yang memiliki hak veto itu adalah Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris dan Prancis.

Menurut Mimin Dwi, kemampuan lima negara begitu saja membatalkan keputusan anggota lain sudah tidak lagi relevan dengan dinamika yang terus terjadi di berbagai negara saat ini.

Langkah Amerika Serikat membatalkan atau memveto resolusi PBB yang mengecam Presiden Donald Trump terkait Yerusalem adalah salah satu contoh terbaru penggunaan hak veto yang bermasalah.

(salam-online.com)