Anggota Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Pusat, Fahmi Salim, MA meminta mengusut mengapa ada film yang dinilai mengkampanyekan kawin kontrak (nikah mut’ah) padahal hal itu bertentangan dengan Undang-Undang tentang Perkawinan tahun 1974.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut  harus diusut karena hukum kawin kontrak (nikah mut’ah) itu haram, dan sangat jelas bertentangan dengan syariat Islam dan melawan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Sebagaimana ucapan yang dikatakan seorang tokoh yang berperan sebagai ustadzah dalam film tersebut, di mana dalam dialognya dengan seorang anak, ustadzah tersebut mengatakan bahwa kawin kontrak boleh dilakukan, tetapi untuk saat-saat yang darurat.

Mengenani hal tersebut, menurut Fahmi umat Islam perlu dan harus mendesak pihak MNC TV, terutama pembuat skenario film berjudul “Dia Tetap Ibuku” itu, dan meminta maaf kepada umat Islam.

Sementara itu, penulis buku “Ahlussunnah Waljamaah dan Dilema Syiah di Indonesia” tersebut menegaskan, nikah mut’ah itu sendiri sudah jelas ada fatwa dari MUI Pusat yang menyatakan haram dan dilarang di Indonesia karena termasuk perilaku menyimpang. [wira-algaruty/Salamfm/hidayatulloh]

%d blogger menyukai ini: