Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyatakat MUI Pusat Kyai haji Muhammad Cholil Nafis mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan media sosial sebagai sandaran utama keilmuan. Terutama bagi warga yang baru atau pemula dalam kajian ilmu.

Ustadz Cholil mengatakan media sosial bukanlah guru melainkan hanya sekadar memberi wawasan untuk melihat pandangan yang lebih banyak dari berbagai latar pemikiran. Karena itu, media sosial dan platform lain di internet seperti Google harus ditempatkan sebagai referensi, bukan sebagai sumber rujukan utama.

Sebelumnya, MUI Kota Palu mengimbau umat Islam di daerah tersebut untuk tidak menjadikan media sosial sebagai guru agama. MUI Palu mengemukakan, medsos bukan guru agama yang tepat untuk menimba ilmu pengetahuan tentang agama. Apa yang dibaca harus diikutkan dengan pendalaman dengan bertanya kepada seseorang yang dipandang berpengetahuan agama luas agar tidak terjadi kesalahpahaman.

(Republika.co.id)

%d blogger menyukai ini: