Manhaj – Menggali dan merenungi keutamaan para sahabat Rosululloh laksana lautan tak bertepi. Semakin kita megetahui keutamaan para sahabat, maka semakin besar pula pengagungan kita terhadap mereka. Bagaimana tidak? Mereka memiliki semangat beramal yang luar bisa. Mereka berlomba-lomba dalam amal kebaikan. Mereka adalah orang-orang yang siap mendermakan seluruh hartanya untuk Islam. Mereka adalah orang-orang yang siap mempersembahkan jiwa dan raganya untuk agama Alloh .

Pada kesempatan yang lalu kita telah membahas empat poin terkait dengan keutamaan para sahabat. Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan beberapa poin tentang hal itu.

Alloh berfirman dalam Surat al-Fath ayat ke 18 dan 19:

لَّقَدْ رَضِىَ اللهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَافِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ السَّكِينَة عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا * وَمَغَانِمَ كَثِيرَةً يَأْخُذُونَهَا وَكَانَ اللهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya Alloh telah ridho terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Alloh mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat waktunya. Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Keutamaan sahabat Nab Yang keenam, yaitu penyebutan keutamaan para sahabat, keridhoan Alloh kepada mereka dan sifat-sifat mereka tidak terbatas disebutkan pada al-Qur’an. Akan tetapi termuat dalam kitab-kitab suci terdahulu seperti Taurot dan Injil.

Alloh berfirman dalam Surat al-Fath ayat ke 29,

“Muhammad itu adalah utusan Alloh dan orang-orang yang bersamanya adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Alloh dan keridhoan-Nya. Tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat. Dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Alloh hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir dengan kekuatan orang-orang mukmin. Alloh menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Keutamaan Ketujuh, sungguh Alloh  telah menyebutkan dalam banyak ayat tentang keutamaan para sahabat secara umum dan Alloh menyebutkan pujian-Nya secara khusus kepada para sahabat Muhajirin dan Anshor. Alloh  berfirman dalam Surat al-Anfal ayat ke 74,

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang Muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki atau nikmat yang mulia.”

Kedelapan, termasuk dari keutamaan para sahabat adalah Alloh menerima tobat mereka.

Alloh dalam Surat at-Taubah ayat ke 117,

لَّقَد تَّابَ اللهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِن بَعْدِ مَاكَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya Alloh telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan Anshor, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Alloh menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.

Keutamaan Kesembilan, para sahabat adalah generasi terbaik pada umat Nabi Muhammad . Dengan sifat ini mereka disifatkan dan dengan pujian ini mereka memperoleh pujian.

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan bahwa Rosululloh  bersabda:

خَيْرُ أُمَّتِي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik umatku adalah generasiku yakni para sahabat kemudian orang-orang yang datang setelah mereka yakni para tabi’in, kemudian orang-orang yang datang setelah mereka yakni para tabi’it tabi’in.”

Kesepuluh, disebabkan mereka adalah generasi terbaik dan andil mereka dalam memperjuangkan Islam tidak ada yang seperti mereka, bahkan tidak akan pernah ada seorang pun dari generasi setelahnya, maka syari’at melarang menghina dan mencaci maki mereka.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wassalam bersabda:

 لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنْفَقَ أَحَدُكُمْ مِثْلَ أُحُدٍ  ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ

“Janganlah kalian mencela para sahabatku, maka demi Alloh yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud niscaya tidak akan menyamai infak mereka dua genggaman tangan atau separuhnya.”

Keutamaan Kesebelas, sesungguhnya pengaruh positif dari keutamaan para sahabat mencakup generasi yang berada di sekitar mereka. Para sahabat adalah keamanan bagi umat. Maka bila generasi mereka berlalu datanglah apa yang dijanjikan bagi umat berupa munculnya perbuatan bid’ah, perkara yang baru dalam agama, fitnah, berkuasanya musuh atas umat, munculnya musibah dan keburukan.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Muslim bahwa Rosululloh  bersabda:

النُّجُوْمُ أَمَنَةٌ لِلسَّمَاءِ، فَإِذَا ذَهَبَتِ النُّجُوْمُ أَتَى السَّمَاءَ مَا تُوْعَدُ، وَأَنَا أَمَنَةٌ ِلأَصْحَابِيْ، فَإِذَا ذَهَبْتُ أَتَى أَصْحَابِيْ مَا يُوْعَدُوْنَ وَأَصْحَابِيْ أَمَنَةٌ ِلأُمَّتِيْ، فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِيْ أَتَى أُمَّتِيْ مَا يُوْعَدُوْنَ

“Bintang-bintang itu keamanan bagi langit, maka apabila ia pergi datanglah apa yang dijanjikan bagi langit.

Aku adalah keamanan bagi para sahabatku, maka apabila aku pergi datanglah pada sahabatku apa yang dijanjikan kepada mereka. Dan para sahabatku adalah keamanan bagi umatku, maka apabila mereka pergi datanglah apa yang dijanjikan kepada umatku.”

Kedua belas, Alloh mengampuni dosa-dosa para sahabat yang ikut serta dalam perang Badar.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rosululloh bersabda:

وَمَا يُدْرِيْكَ، لَعَلَّ اللهَ اِطَّلَعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ، فَقَالَ: اِعْمَلُوْا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ

“Siapa tahu, boleh jadi Alloh telah melihat para sahabat yang ikut pada perang Badar lalu berkata kepada mereka: ‘Lakukanlah apa yang kalian sukai, sungguh Aku telah mengampuni kalian.”

Ketiga belas, keutamaan mereka dapat dirasakan hingga pada pasukan tempur yang diikuti oleh para sahabat. Keberadaan mereka menjadi sebab memperoleh pertolongan dari Alloh dan dikabulkan do’a mereka sebagai penghormatan Alloh atas mereka.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rosululloh  bersabda:

  يَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ فَيَغْزُوْ فِئَامٌ مِنَ النَّاسِ فَيَقُوْلُوْنَ: فِيْكُمْ مِنْ صَاحِبِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلم ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ، فَيُفْتَحُ لَهُمْ

“Kelak datang suatu masa kepada manusia, lalu segolongan manusia berperang. Kemudian ditanyakan kepada mereka ‘Apakah beserta kalian terdapat para sahabat Rosululloh ? Mereka menjawab, ‘Ya, maka akan diberikan kepada mereka penaklukan..”

Dari ke tiga belas keutamaan para sahabat Rosululloh menujukkan betapa mulia dan agungnya mereka. Dengan demikian kita menjadi tahu kesesatan agama Syiah. Syiah mencaci maki para sahabat Nabi Muhammad akan tetapi Alloh dan Rosul-Nya menyanjung mereka. Syiah mengkafirkan para sahabat, namun Alloh dan Rosul-Nya menegaskan bahwa mereka adalah para penghuni surga. Syiah sangat membenci dan memusuhi para sahabat, namun Alloh dan Rosul-Nya mencintai dan menolong mereka. Itulah kaum Syiah yang menilai buruk kepada para sahabat, berbanding terbalik dengan penilaian Alloh dan Rosul-Nya. (red/admin)

%d blogger menyukai ini: