Pemuda Hijrah – Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Allah, pernah nggak kita berpikir, bagaimana kalo seandainya Islam tidak menyebar ke Indonesia, mungkin bisa jadi saat ini kita masih menjadi umat penyembah berhala, menjadi umat yang menganut animism dan dinamisme bahkan mungkin bisa jadi mayoritas penduduk Indonesia beragama budha atau hindu.

Tapi Alhamdulillah ya sahabat, kita diberi nikmat yang begitu besar oleh Allah Ta’alaa, yakni menyebarnya dakwah Islam di nusantara, bahkan sebelum zaman penjajahan berlangsung, karena umat Islamlah yang melawan penjajah untuk hengkang dari tanah kita. Selain itu sahabat, kita juga mesti bersyukur karena telah dilahirkan dari orang tua yang muslim.

Ngomongin masalah ini, kita juga jangan lupa untuk berterimakasih kepada para da’i atau pendakwah Islam yang telah berjasa menyebarkan Islam di Indonesia, untuk itulah, kita harus mengikuti jejak mereka, yakni menebar kebaikan, memperkenalkan indahnya Islam ke sebanyak-banyaknya orang dan melarang dari perbuatan jahat dan menyimpang atau bahasa kerennya amar ma’ruf nahi mungkar.

Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Artinya, “Barangsiapa mengajak manusia kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak manusia kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi)

Kemudian juga sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’alaa,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali Imran : 104)

Juga dalam firman-Nya,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya, “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, dan mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh aku termasuk orang-orang Muslim”. (QS. Fushilat : 33)

Sahabat hijrah, hadits dan ayat yang barusan kita simak mengandung anjuran untuk berdakwah yaitu mengajak manusia kepada petunjuk dan kebaikan. Hadits ini juga peringatan dari perbuatan mengajak manusia kepada kesesatan dan penyimpangan, serta besarnya dosa penyeru kepada kejelekan tersebut dan akibatnya.

Dan semakna dengan hadits yang diawal tadi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam juga bersabda,

مَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ ، وَمَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِـّئَةً ، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Artinya, “Barangsiapa yang memberi teladan atau contoh perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya sampai hari kiamat, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”. (HR. Muslim)

Sahabat hijrah, di hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam memberi kita kabar gembira dengan pahala buat mereka yang mengajak kepada kebaikan, dan pahalanya itu dobel, kenapa?. Karena selain dia mendapat pahala karena dakwah yang dia lakukan, dia juga mendapatkan pahala setiap kali orang yang didakwahi itu melakukan kebaikan yang dikerjakannya.

Sebagai contohnya, kita mengajarkan baca tulis Al-Qur’an kepada orang yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Nah, setiap kali orang yang bersangkutan membaca Al-Qur’an, maka kita juga kebagian pahalanya, pahala yang kita terima dari sisi Allah Ta’alaa sama dengan pahala yang mengamalkan apa yang kita ajarkan. Bayangkan sahabat, kalo seandainya orang tersebut membaca Al-Qur’an seumur hidupnya karena apa yang kita ajarkan, maka kita juga ketiban pahalanya, bahkan walaupun kita sudah meninggal dunia, jika orang yang bersangkutan mengajarkan lagi kepada yang lain, maka pahala yang kita dapatkan bercabang, dari si A kesi B, kemudian dari si B ke si C, dan seterusnya, maka kita mendapatkan pahala yang sama dari si A, si B, si C, dan seterusnya, ini nih yang dinamakan multi level pahala, pahala yang tidak putus-putus.

Begitu pun sebaliknya, ketika kita mengajak kepada keburukan, atau mengajarkan keburukan, maka kita juga kebagian dosanya, belum lagi jika orang yang bersangkutan mengajak lagi orang lain, maka semakin banyak dosa yang kita tabung. Naudzu billahi mindzalik.

Allah Ta’alaa juga berfirman,

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Artinya, “Mereka pada hari kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun bahwa mereka disesatkan. Ingatlah, alangkah buruknya dosa yang mereka pikul itu”. (QS. An-Nahl : 25)

Kemudian juga disebutkan di dalam firman –Nya yang lain,

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Artinya, “Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan”. (QS. Al-Ankabut : 13)

Nilai dan keutamaan dari dakwah lebih tinggi dibanding harta dunia karena pahalanya yang begitu banyak. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

فَوَاللهِ، لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Artinya, “Demi Allah, bila Allah memberi petunjuk hidayah lewat dirimu kepada satu orang saja, itu lebih baik berharga bagimu dari pada unta-unta yang merah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat hirah, sudah siap untuk berdakwah?. Tentunya harus siap, jangan berpikir berdakwah itu hanya tugas ustadz saja, juga jangan berpikir bahwa berdakwah itu hanya di masjid dan di atas podium, dakwah itu fleksibel dan bisa dilakukan dengan segala cara, membuat status facebook berupa nasihat itu termasuk dakwah, menyebar broadcast berupa hadits dan nasihat di whatsapp juga bentuk dakwah.

Kita juga bisa berdakwah sesuai dengan keahlian kita, mungkin kita nggak bisa mempengaruhi orang lain dengan kata-kata, maka kita bisa mengajak kebaikan lewat tulisan, atau sebaliknya. Atau mungkin kita bukan seorang ustadz, kita bisa berdakwah kepada teman-teman kita dengan bahasa mereka, walau tanpa dalil, kita mengajak mereka shalat berjamaah, umpamanya, maka itu bukan masalah. Intinya mengajak kepada kebaikan, semua orang bisa melakukannya.

Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Allah, demikian pembahasan pada kesempatan kali ini, mari kita selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, dan tentunya berlomba untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Wallahu ‘alam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: