Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia atau MIUMI, Hamid Fahmy Zarkasyi menyoroti peristiwa kriminalisasi terhadap ulama. Hal itu dinilai bentuk pertarungan ideologi sekuler melawan Islam. Hal ini sebagaimana diungkapkan Hamid Fahmy Zarkasyi saat berbicara dalam Tabligh Akbar di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan pada Jumat (19/01/2018) kemarin.

Menurut Hamid pola pikir sekuler selama ini melekat pada orang-orang yang berkecimpung di dunia politik. Lelaki yang biasa dipanggil Gus Hamid itu menyebut kriminalisasi terhadap para ulama adalah suatu bentuk ketidakadilan. Dia menegaskan tindakan itu sangatlah tercela.

Hamid menyatakan bahwa hendaknya pemerintah, dalam hal ini aparat hukum mempertimbangkan besarnya jasa para ulama. Selama ini mereka berperan besar dalam memperbaiki moral masyarakat.

Gus Hamid lantas berpesan kepada para ulama untuk berani bicara di berbagai bidang permasalahan yang mencakup kehidupan masyarakat. Sudah menjadi tugas para pendakwah untuk menyerukan dan meluruskan tindakan aparat yang keliru. Selain itu juga mengkritik kedzaliman yang terjadi, juga sistem kenegaraan yang di dalamnya tak ada nilai-nilai agama atau keislaman

(kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: