Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia atau MIUMI, Ustadz Bachtiar Nasir menilai rumusan materi dakwah dan khotbah tak boleh diwajibkan sebagai bahan ceramah.

Hal tersebut diungkapkannya kala mengomentari badan pengawas pemilu atau Bawaslu yang hendak merumuskan sejumlah materi dakwah dan ceramah pada pemuka agama untuk menyambut tahun politik.

Sebab, menurut Bachtiar Nasir, Bawaslu tak memiliki domain dan kapasitas mengatur materi dakwah dan ceramah pemuka agama. Kendati demikian, ia menilai sah-sah saja Bawaslu memberi usulan ihwal materi dakwah dan ceramah. Akan tetapi Bawaslu juga tidak seharusnya mengintervensi penceramah.

Ia beranggapan sebagai pihak luar, Bawaslu memiliki hak mengusulkan sesuatu untuk menciptakan pilkada yang aman. Namun ia mengingatkan, Bawaslu tak boleh melebihi kewenangannya.

(republika.co.id)