Sebagaimana disampaikan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, bahwa sebanyak lebih dari 40.000 warga Yaman bagian utara dilaporkan telah mengungsi ke wilayah Aden. Gelombang pengungsian ini terjadi akibat meningkatnya ketegangan militer di Taiz dan pelabuhan Laut Merah Hudaydah.

Stephani mengatakan bahwa meskipun impor makanan, bahan bakar dan medis kembali mengalir melalui semua pelabuhan, blokade pada bulan Desember 2017 yang lalu berdampak parah pada keluarga dan bisnis Yaman.

Aden telah menjadi ibu kota sementara Yaman sejak kelompok milisi Syiah Houthi menguasai Sana’a pada tahun 2014. Menurut laporan, terus terjadi ketegangan militer yang terus berlanjut antara Tentara Nasional Yaman dan Houthi di Taiz selatan.

(islampos.com)

%d blogger menyukai ini: