Kementerian Agama Republik Indonesia, saat ini, tengah menyusun panduan dan pedoman terkait pemberian ceramah di semua rumah ibadah.

Mentri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan, pedoman ceramah disusun untuk menghindari ceramah-ceramah yang bersifat provokatif sehingga menciptakan kebencian antar umat beragama. Sedangkan terkait para penceramah, dia menyerahkannya kepada masing-masing rumah ibadah.

Menurut Lukman, pedoman tersebut tak berarti melakukan seleksi terhadap para penceramahnya. Yang terpenting, kata dia, terdapat kesamaan persepsi bahwa materi ceramah harus bermuatan positif.

Terkait beredarnya imbauan pengawasan terhadap isi ceramah di rumah ibadah, Lukman mengaku, mendukung surat edaran imbauan tersebut. Menag pun juga mengimbau agar rumah ibadah tidak dijadikan sebagai tempat untuk menebarkan kebencian dan rasa permusuhan.

(Republika.co.id)

%d blogger menyukai ini: