Senin, 12 Zulqaidah 1437 H / 16  Agustus 2016, 14;02

BOGOR – Kementerian Agama mengklarifikasi pemberitaan penutupan percetakan Alquran. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Machasin menjelaskan bahwa, UPQ yang beroperasi di Ciawi, Bogor dihentikan sementara karena ada perubahan manajemen dari Lembaga Percetakan Alquran menjadi Unit Percetakan Alquran (UPQ).

Machasin juga membantah mesin cetak UPQ tidak jalan. Menurut dia, hingga kini, mesin-mesin yang ada masih beroperasi. Ia mengatakan bahwa, mesin cetak utama siap operasi, tetapi kapasitasnya tidak didukung dengan mesin-mesin untuk finishing. Saat ini dilakukan proses pembelian mesin-mesin pendukung supaya kapasitas produksinya bisa lebih cepat.

Bahkan ia juga menjelaskan bahwa, UPQ Bogor akan kembali mencetak 35 ribu mushaf Alquran. Proses cetak Alquran tersebut akan dimulai pada September 2016 mendatang dan mesin cetak milik UPQ akan dimulai setelah bahan-bahan cetak tersedia seperti kertas yang sekarang sedang ditenderkan.

Sementara itu, Machasin juga mengatakan bahwa, UPQ saat ini menjadi Unit PelaksanaTeknis (UPT) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, berdasarkan Peraturan Menteri Agama No. 27/2013 tertanggal 28 Maret 2013. Ia menambahakan bahwa, pada 2015 lalu Kementerian Agama mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kitab suci agama Islam dengan jumlah 1,5 juta eksemplar.

(Adin/Salamfm/Republika)

%d blogger menyukai ini: