Beberapa hari terakhir viral di media sosial postingan tentang keputusan Majelis Adzikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham untuk mengganti semua terjemahan Al Quran Kementerian Agama dengan Terjemah Tafsiriyah hasil publikasi Majelis Mujahidin Indonesia. Pasalnya, karena diduga terdapat banyak kesalahan penerjemahan.

Menanggapi itu, soal pilihan terjemahan, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran atau LPMQ Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi mengatakan pada hari Selasa (18/07/2017) kemarin, bahwa pihaknya mempersilakan masyarakat untuk menggunakan terjemahan Al Quran mana pun. Menurutnya, banyak terjemah beredar yang ditulis oleh para ulama yang berkompeten.

Menurutnya, sejauh ini terjemahan Kemenag masih menjadi rujukan utama masyarakat karena disusun oleh para ulama yang kompeten. Sesuai tugas dan fungsinya, LPMQ berwenang mentashih teks Al Quran dan mengkaji terjemahan dan tafsir yang beredar di Indonesia.

(Republika.co.id)

%d blogger menyukai ini: