Pada tahun ini Kemenag telah siapkan anggaran untuk beasiswa kuliah para ustadz, baik di dalam maupun luar negeri.Program ini dibuat dalam kerangka penyebarluasan moderasi beragama.Hal ini sebagaimana diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamarudin Amin dalam keterangan tulis yang diterima media hari jumat kemarin.

Akhir-akhir ini menurut Kamarudin, ruang publik mulai banyak diisi oleh narasi atau wacana keagamaan yang cenderung berada di titik ekstrem, baik ultra konservatif ataupun liberal.Untuk itu, kalangan pesantren, baik kiai dan santri sebagai salah satu pihak yang otoritatif dalam permasalahan keagamaan perlu didorong untuk dapat melakukan kontra narasi.Salah satunya dengan memberikan kesempatan mereka untuk menambah dan mengembangkan pengetahuan.

Program yang akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini dilakukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemberian beasiswa para santri dan para ustadz untuk menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri, pelatihan para anak kiai tentang manajemen pesantren, hingga pelatihan digital dan menulis bagi kalangan santri.

Dengan dilakukannya program ini, diharapkan dapat menghasilkan 5 ribu kiai sebagai penyeimbang 5 ribu doktor yang telah dihasilkan Kemenag melalui program serupa.Program ini diharapkan Kemenag dapat menjangkau lebih dalam kalangan pesantren yang selama ini sesungguhnya telah bergelut dengan pemahaman keagamaan.

(khazanah republika.co.id)