Jakarta – Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama meminta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus atau PIHK dan asosiasi menunjuk para petugas yang mampu menyelenggarakan ibadah haji. Bahkan, semua petugas sebaiknya sudah bersertifikasi baik dari aspek teknis, bimbingan ibadah, maupun kesehatannya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kabid Perizinan dan Akreditasi Haji Khusus Kemenag Mulyo Widodo.

Meski diberikan kewenangan merekrut petugasnya, PIHK tetap harus profesional. Sehingga tidak menunjuk petugas yang tidak bersertfikasi yang bisa menyebabkan pelayanam di sana tidak maksimal.

Ia menambahkan Kemenag memang memberikan kewenangan PIHK untuk merekrut petugasnya masing-masing. Kemenag hanya merekrut petugas haji reguler, tidak merekrut petugas haji khusus.

Mulyo menuturkan, petugas haji khusus dan petugas haji reguler tak berbeda. Ia menerangkan semua petugas akan melayani jamaah haji sesuai klasifikasi dan kebutuhan.

Mulyo menambahkan hal yang membedakan petugas haji reguler dan khusus, yakni mekanisme perekrutanya. Rekrutmen petugas haji reguler oleh pemerintah dan rekrutmen petugas haji khusus dilakukan oleh para penyelenggarannya masing-masing. (ihram/admin)

%d blogger menyukai ini: