Sebagaimana dilansir Rusia Today dalam terbitannya hari Selasa (30/05/2017) kemarin, melaporkan bahwa sembilan tangkai kayu dengan potongan tubuh babi mati ditancapkan kelompok tidak bertanggung jawab di sebuah lahan pembangunan masjid di Erfurt, Jerman Timur. Pihak kepolisian menduga serangan ini bagian dari aksi menentang pembangunan masjid di Jerman.

Sebelum peristiwa pelecehan terjadi, ada banyak demonstrasi menentang pembangunan masjid, termasuk di antaranya mendirikan salib besar di tanah warga Muslim. Babi yang najis dalam Islam kerap dibawa sebagai alat demo anti-Islam di Jerman dan berbagai negara.

Pada Mei 2017 lalu, kepala babi ditinggalkan di luar kantor Kanselir Jerman Angela Merkel, sebagai penolakan atas kebijakan imigrasi yang memungkinkan Jerman menerima 1,1 juta pengungsi. Dan masih di bulan yang sama, kepala babi kembali digantung di pagar rumah Dubes Maroko di Paris.

(Eramuslim.com)

%d blogger menyukai ini: