Pemuda Hijrah – Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Alloh, ladang kebaikan yang telah Alloh Ta’alaa siapkan seluas langit dan bumi. Yang mana semua lading kebaikan itu terhampar di hadapan kita.

Dan semua kebaikan yang kita lakukan, pasti akan berbuah kebaikan juga, dan sahabat, ini sudah janji Alloh Subhanahu wa Ta’alaa dzat yang mustahil tidak menepati janji.

Alloh Ta’alaa berfirman,

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya, “Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. (QS. Al-Isro : 7)

Nah sahabat hijrah, pastinya kita nggak mungkinkan menyia-nyiakan kesempatan ini, di mana kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita, dan keburukan yang juga kita lakukan pastiakan berdampak buruk kepada kita, bisa jadi di dunia, dan sudah pasti di akhirat kelak.

Alloh Ta’alaa juga berfirman,

مَن جَاءَ بِٱلحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشرُ أَمثَالِهَا وَمَن جَاءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجزَىٰ إِلَّا مِثلَهَا وَهُم لَا يُظلَمُونَ

Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya”. (QS. Al-An’am : 160)

Di dalam ayat ini, Alloh Ta’alaa telah berjanji memberikan pahala sepuluh kali lipat, bayangkan, apa yang akan terjadi jika seseorang ditawari berjualan dengan keuntungan 10 kali lipat?. wah, tentunya nggak bakalan ditolakya. Apa lagi ini, pahala dari Alloh Ta’alaa jauh lebih baik dan terhormat dibanding laba jualan. Dan pahala yang dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat itu tentu tak akan ternilai dengan harga dunia.

Alloh Ta’alaa telah memberi karunia nikmat yang begitu melimpah bagi para hambaNya. Tentunya ia tidak perlu membayar dan menghabiskan uang banyak untuk udara yang dihirup perdetik setiap hari. Sungguh, apa yang Alloh berikan kepada manusia amatlah istimewa. Anggota tubuh yang manusia miliki memiliki fungsi dan bermanfaat dalam melakukan aktifitas sehari-hari kita. Apakah kita membayar mahal dari semua anugerah tersebut?. Tidak sahabat, lalu apa yang harus kita lakukan?.

Kewajiban kita sebagai manusia hanyalah bersyukur atas itu semua, atas semua anugerah yang Alloh Ta’alaa titipkan pada kita, atas fasilitas yang telah kita gunakan dengan gratis. Lalu dengan cara apa seorang hamba bersyukur?. Salah satunya, dengan melakukan dan menyebarkan kebaikan kepada sesama Muslim. Dan lagi-lagi Alloh Ta’alaa memberi kebaikan kepada kita.

Pertama Alloh Ta’alaa memberi kita kebaikan dengan anugerah yang banyak, kemudian Alloh Ta’alaa memerintahkan kita untuk bersyukur dan berbuat baik. Setelah bersyukur dan berbuat baik itulah, Alloh Ta’alaa kembali memberi kebaikan kepada kita berupa pahala, dan itu pun berlipat jumlahnya. Subhanalloh.

Lalu kebaikan yang dimaksud itu kebaikan seperti apa?.

Kebaikan itu adalah amal shaleh, amal yang sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam dan para sahabatnya. Amal shaleh bisa berbentuk apa saja, selama ia berangkat dari keimanan kepada Alloh, ikhlas dikerjakan, dan dicontohkan oleh generasi orang-orang shaleh terdahulu.

Pernahkah sahabat melihat petani yang menanam tanaman?. Awalnya tanaman itu berasal dari benih yang ditabur. Sang petani itu lalu merawatnya, memberi pupuk, dan menyiraminya setiap waktu. Hingga tiba saatnya masa panen dan seluruh manusia ikut merasakan buah dari tanaman tersebut.

Begitulah perumpamaan dari amal baik seorang Muslim, kebaikan apa pun yang telah dilakukan adalah seperti menanam tanaman yang akan kita panen jika musim panen itu tiba. Apa yang kita tanam sekarang adalah amal kebaikan, dan kelak di musim panen kita akan memanen pahala, yakni kehidupan akhirat berupa surga.

Bahkan, kita nggak boleh menyepelekan amalan baik sekecil apa pun amal tersebut. Karena amalan baik seberat biji dzarah pun pasti akan dibalas dengan pahala kebaikan.

Berkaitan dengan hal ini Alloh Ta’alaa berfirman,

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ

Artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya”. (QS. Az-Zalzalah : 7)

Mungkin di antara sahabat ada yang bilang?. Apa yang harus saya lakukan?. Aku mah apa atuh. Jangan bilang begitu, banyak sarana yang telah Alloh Ta’alaa berikan kepada kita untuk modal berbuat kebaikan.

Ada tangan yang bisa digunakan untuk membantu atau bersedekah, atau jika tangan kita tak bisa sedekah karena dompet tipis, bisa kita gunakan tenaga kita untuk membantu orang lain atau untuk kemaslahatan umat, menyapu masjid contohnya. Intinya kita harus sigap dalam kebaikan.

Kemudian juga ada mulut dan lidah yang bisa kita pakai untuk tilawah dan tadarus Al-Quran atau berbagi pengetahuan.

Ada sepasang kaki yang bisa melangkah ke masjid dan majelis ilmu untuk meraih ilmu yang bermanfaat, ada pena yang bisa digerakkan, menulis yang bermanfaat, menyeru kepada kebenaran dan mengingkari kemungkaran yang terjadi di tengah masyarakat. Dan banyak lagi hal yang bisa diperbuat oleh setiap Muslim dalam berbuat kebaikan.

Lalu alasan apa lagi yang akan kita lontarkan, cukup banyak lading pahala yang belum kita sentuh. Ladang kebaikan telah Alloh siapkan seluas langit dan bumi. Sarana untuk mengerjakan kebaikan juga melimpah berada di sekitar manusia. Ia tak terhitung jumlahnya dan pastinya waktu 24 jam dalam sehari adalah waktuyang cukup untuk menebar kebaikan dalam kehidupan manusia.

Jadi sahabat, mulai saat ini mari perkuat tekad dan semangat dalam diri masing-masing untuk senantiasa berbuat baik pada sesama sebagai wujud syukur kepada Alloh Ta’alaa. Setidaknya niat itu tak pernah pudar dalam jiwa seorang beriman. Bahwa hari ini harus lebih baik dari pada kemarin. So, keep action!. Berbuat baik dari mulai sekarang, tak perlu menunggu dan tak perlu kata nanti.

Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini semoga bisa menginspirasi dalam kebaikan dan senantiasa diberikan keistiqomahaan untuk terus menjadi diri yang labih baik lagi. Wallohu ‘alam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: